Jumat, 22 Mei 2009

aku, ontelku dan kawanku,...


yahui,......
akhirnya bisa juga blog ini ter update,...
ontel sakti euy, bisa sejenak lepaskan penatku setelah pulang dari kerja,....
sedikit tentang ontelku,....
rangka AVON, stang dan tutup rantai PHOENIX, JOK GAZELLE, (maaf jika ada kekeliruan dalam menulis merk),...buat temen temen yang punya info tentang ontel,...please saya tunggu infonya,...
sekedar info, di pontianak kota ada satu komunitas ontel yang bernama sepok, di kabupaten lain di kalbar juga sudaah ada tapi mohon maaf karena keterbatasan info yang saya dapat, jadi saya belum bisa menulis tentang mereka,....trima kasih

Sabtu, 09 Mei 2009

green for all

Global Warming (Pemanasan Global) proses memanasnya suhu rata-rata tahunan bumi. Keadaan itu dibuktikan dengan semakin panasnya suhu bumi dan polusi udara dimana-mana. Hal - hal tersebut akan mempercepat kerusakan bumi, karena semakin lama kadar karbondioksida yang ada di bumi semakin meningkat. Global Warming (Pemanasan Global) sebuah masalah yang cukup serius yang saat ini dialami oleh semua bangsa dan negara di dunia. Global warming dapat terjadi karena ulah manusia itu sendiri yang melakukan suatu aktivitas tanpa memperhatikan lingkungan disekitarnya. Global warming atau pemanasan global tidak akan terjadi apabila manusia selalu memperhatikan dan menjaga lingkungan setiap melakukan aktivitasdimana pun mereka berada.

ILLEGAL FUCK'N LOGGING

Adalah makin berkurangnya luas hutan di bumi ini. Luas hutan didunia ini berkurang karena ulah manusia juga yaitu pnebangan hutan secara liar atau sering disebut dengan Illegal FUCK'N Logging. Pemakaian bahan bakar minyak dan gas yang tidak terkendali (pabrik, kendaraan bermotor) juga hal yang dapat menyebabkan terjadinya global warming. Jumlah perokok yang makin banyak juga mempengaruhi terjadinya gas yang dapat menyebabkan terjadinya global warming.

Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini mengenai permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini sebagai radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.

Efek-efek dari agen penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Itulah sedikit penyebab global warming. Untuk itu kita semua yang hidup di dunia ini harus memperhatikan dan menjaga lingkungan di sekitar kita.

P

emanasan global disebut juga Global Warming , beberapa hal yang bisa mengakibatkan global warming terjadi, yaitu penipisan ozon dan efek rumah kaca ( green house effect) Selain itu juga bisa mengakibatkan es di kutub mencair sehingga permukaan laut meningkat.

Banyak hal yang akan terjadi bila kita tidak mencegah global warming. Salah satunya kita menghemat energi, menanam pohon, mengurangi menggunakan kendaraan bermotor. Dengan melakukan salah satu cara tersebut kita bisa menyelamatkan dunia dengan itu kita bisa menjaga kelestarian dunia, usaha itu juga bermanfaat bagi umat manusia dan makhluk hidup yang lainnya. Lebih baik terlambat, daripada tidak. SO, STOP!!!!! GLOBAL WARMIN

Kerusakan hutan tropis yang terjadi di berbagai negara di dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun dan bahkan dalam dua atau tiga dekade yang akan datang diperkirakan akan mengalami ancaman kepunahan yang disebabkan karena penebangan liar (illegal logging), pengalihan fungsi lahan, eksploitasi hutan yang berlebihan, dan tidak adanya usaha pemulihan kembali atau penanaman kembali (REBOISASI) dan lain-lain. Kerusakan hutan tropis merupakan salah satu masalah yang mengakibatkan global warming (pemanasan global).


Di Indonesia, banyak hutan yang menjadi gundul yang di akibatkan para penebang liar yang tidak bertanggung jawab. Lihat saja diKalimantan yang dulunya tidak pernah banjir di dua tahun terakhir ini terjadi banjir, tanah longsor, dan bencana alam yang lain. Semua ini disebabkan adanya penebangan hutan secaraliar yang tidak di imbangi dengan penanaman kembali (REBOISASI).


Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki hutan mangrove dan hutan tropis terluas di dunia. Ini dilihat dari hampir semua pulau besar di Indonesia seperti diKalimantan, Sumatra, Jawa, Bali, Sulawesi, dan Papua yang hutan tropis dan mangrovenya berhektare-hektare.

Penebangan hutan baik hutan darat maupun hutan mangrove secara berlebihan tidak hanya mengakibatkan berkurangnnya daerah resapan air, abrasi, dan bencana alam seperti erosi dan banjir tetapi juga mengakibatkan hilangnya pusat sirkulasi dan berkurangnya kadar oksigen serta bertanbahnya kadar karbondioksida, padahal oksigen sangat dibutuhkan manusia banyak tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia yang sangat membutuhkan oksigen untuk kelangsungan hidup mereka. Hal itu juga mengakibatkan berkurangnya atau semakin tipisnya lapisan ozon sehingga mengakibatkan pemanasan global semakin meningkat.

Fakta kerusakan hutan khususnya mangrove dapat dilihat beberapa pulau di Indonesia seperti, di Bali dan Pantai Utara Jawa yang mengakibatkan terjadinya abrasi. Hal ini terjadi karena adanya pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab seperti melakukan pembalakan untuk kepentingannya sendiri untuk meraup kekayaan berlebih tidak memperhatikan kepentingan orang lain. Pembalakan hutan mangrove secara besar-besaran tisdak di imbangi proses reboisasi yang matang mengakibatkan kerugian bagi banyak orang. Selain itu para pembalak liar juga tidak henti-hentinya terus melakukan pembalakan demi kepentingan pribadinya dan kurang tegasnya aparat hokum di negara kita. Menyikapi kejadian tersebut seharusnya pemerintah Indonesia harus menyikapi secara tegas dan melakukan kebijakan-kebijakan yang diharapkan mampu mengurangi atau mempersempit para pelaku pembalak liar. Dam pemerintah menggalakkan reboisasi bersana untuk mengembalikan hutan yang hampir hilang atau lenyap oleh pelaku atau aktor pembalak liar.

Jadi kita harus menjaga dan melestarikan hutan yang ada saat ini, jangan sampai kita terlalu banyak mengeksploitasi secara berlebihan tanpa di barengi usaha penanaman kembali atau yang sering disebut dengan istilah REBOISASI. Apabila hal itu tidak dilakukan maka semakin meningkatnya pemanasan global yang mengakibatkan suhu udara semakin panas dan lama-kelamaan sangat membahayakan manusia. Kita harus menyadari hal itu demi kepentingan bersama. Maka dari itu kita harus bertindak sebelum orang lain memberitahukan kepada kita tentang pentingnya menjaga alam khususnya hutan mangrove yang semakin lama hilang keberadaanya.

XII.ia.1

Sejak tahun 1970-an manusia dihadapkan pada masalah lingkungan yang mengkhawatirkan yaitu kerusakan lingkungan dan pencemaran. Penyebabnya adalah ledakan populasi manusia, kemajuan iptek, dan industrialisasi.

Perlu diketahui, bahwa pada zaman dahulu, populasi manusia di bumi senantiasa tetap. Sejak abad I hingga tahun 1650 Masehi penduduk bumi diperkirakan tetap yaitu 0,5 milyar jiwa, jadi selama 16 abad lebih penduduk tetap sama. Ini merupakan suatu bukti adanya keseimbangan antara populasi manusia dengan lingkungannya. Akan tetapi, setelah terjadi kemajuan iptek dan revolusi industri, populasi manusia terus meningkat. Hanya, 250 tahun setelah itu, sekitar tahun 1900 populasi manusia telah mencapai 1 milyar. Artinya diperlukan 250 tahun untuk meningkatkan dua kali lipat, karena laju pertumbuhan penduduk terus meningkat, hanya dalam waktu 70 tahun penduduk dunia mencapai 3,5 milyar. Diperkirakan 33 tahun setelah itu, yaitu tahun 2003 laju pertumbuhan penduduk bumi tetap seperti tahun 1970 jumlah penduduk dunia mencapai 7 milyar.

Kerusakan lingkungan dan pencemaran membawa banyak perubahan pada lingkungan, misalnya beberapa spesies hewan dan tumbuhan punah dan adanya bahan pencemar pada sayuran, ikan, dan daging yang dikonsumsi. Bahan pencemar tersebar mengikuti jaring-jaring makanan dan siklus biogeokimia melintasi wilayah negara dan benua. Dampak pencemaran tidak hanya dirasakan secara lokal atau regional, melainkan juga dirasakan secara global.

Salah satunya “ global warming “ atau pemanasan global CO2 yang dihasilkan dari proses kebakaran, meningkatkan kadar CO2 di atmosfer. Akibatnya, bumi yang diselimuti gas dan debu-debu pencemar. Kandungan gas CO2 semakin tinggi karena banyak hutan gundul, sehingga tidak dapat menyerap CO2. Karena cahaya matahari yang masuk ke bumi tidak dapat dipantulkan lagi ke angkasa, sebab terperangkap gas dan debu seolah-olah bumi diselubungi oleh “kaca” yang berupa gas pencemar yang menyerap panas. Akibatnya suhu bumi semakin meningkat. Inilah yang disebut sebagai efek rumah kaca, jika suhu terus meningkat, es kutub akan mencair. Jika es di daerah kutub mencair , maka permukaan air akan meningkat.

Dampak dari pemanasan global dibuktikan dari berbgai perubahan iklim dan bencana alam yang terjadi. Dimana musim kemarau terjadi lebih panjang daripada musim hujan. Sehingga, meyebabkan gagal panen, krisis air bersih, dan kebakaran hutan. Dampak lain yaitu hilangnya bebagai jenis flora dan fauna khusunya di Indonesia seperti pemutihan karang seluas 30% atau sebanyak 90-95% karang mati dikepulauan seribu. Bahkan diperkirakan tahun 2070 sekitar 800.000 rumah yang berada di pesisir harus dipindahkan dan sebanyak 200 dari 18.000 pulau di Indonesia akan tenggelam akibat naiknya air laut.

Mengingat begitu besar dan berbahayanya “global warming” sudah seharusnya kita mengambil berbagai langkah guna mengatasi dan meminimalisir berbagai dampaknya diantaranya :

* Upaya mempertahankan kelestarian ( konservasi ) SDA hayati meliputi mencegah ladang berpindah; mengatur, mengawasi dan mengendalikan penebangan hutan; mencegah terjadi kebakaran hutan; melakukan penghijauan dan reboisasi

* Mengadakan reservasi hutan, yaitu membiarkan dan tidak mengganggu kelestarian flora dan fauna yang ada di di dalamnya

* Mengadakn preservasi hutan melestarikan hutan dengan tujuan untuk di ambil manfaatnya guna kesejahteraan manusia semisal pemeliharaan hutan resapan, hutan lindung, hutan kota, dan hutan produksi.

* Pelestarian insitu dan eksitu

Selain melalui SDA hayati, perilaku manusia sebagai penyebab utama global warming juga perlu disikapi. Diantaranya bertindak sebagai berikut :

* Membuang sampah pada tempatnya, bahkan kalau bisa membedakan antara sampah organik dan anorganik

* Mulai menggunakan bahan daur ulang

* Menghemat berbagai penggunaan energi atau alat-alat yang menyebabkan hasil akhirnya. Gas buang semisal dengan tidak menggunkan kendaraan bermotor untuk pergi ke tempat yang relatif dekat, sebab dengan menggunakan kendaraan bermotor hasilnya berupa gas buang yang banyak mengandung CO2, CO, CFC, SO, SO2 dan lainnya, yang tentu meningkatkan kadar debu dan gas pencemar ke atmosfer.

* Meminimalisir penggunaan AC, kulkas, dan pewangi yang disemprotkan.

* Tidak membuang berbagai limbah ke laut ataupun ke sungai, sebab hal itu akan membahayakan berbagai kehidupan spesies flora dan fauna.

Penyaringan yang benar terhadap berbagai gas buang industri, dengan menggunakan cerobong yang tinggi dan sistem cotrell.

Berbagai langkah harus kita laksanakan walaupun dari hal terkecil sekalipun, sebab satu langkah kecil yang dimulai dari diri sendiri dapat membawa dampak yang luar biasa bagi bumi kita, apabila dilakukan secara terpadu dan teratur darah yang walau hanya setetes, senantiasa berguna bagi kehidupan orang.

Mari kita selamatkan bumi ini dari bahaya global warming. Bumi tempat kita dilahirkan, bumi tempat kita berpijak, bumi yang memberikan kebutuhan untuk kehidupan kita. Karena bumi adalah milik kita bersama. I LOVE MY EARTH